Berkunjung ke rumah Saudara di Cibitung

Family project kali ini sebenarnya tidak ada di list yang telah kami buat di awal project. Tapi ada sedikit  yang masih bisa diselipkan dari project sebelumnya.  Hari Sabtu kemarin kami sudah mengagendakan ingin berkunjung ke rumah sepupu yang ada di Cibitung.

Sepupu ini anak dari Pak de Sardi , kakanya bapak yang tinggal di Kiaracondong , karena keluarga kami berasal dari Jawa dan sama sama merantau di Bandung jadi Keluarga Pakde Sardi ini lah yang paling dekat dengan keluarga kami. Nah hari Sabtu kemarin kami berkunjung ke Mas Usup anaknya Pakde Sardi. Rumahnya di kawasan Taman Aster Cibitung, jarak dari rumah ke sana sekitar 1 jam 20 menit menggunakan mobil tanpa macet.

Rencananya kami kesana menggunakan mobil pribadi, sekalian suami belajar mobil  jadi ditemenin Aa latihan mobil juga di daerah kawasan Cibitung dan EJIP.

Dari rumah sekitar pukul 09.45 sampai disana sekitar pukul 11.00 WIB , ga kerasa cepat karena Aa yang bawa juga sih wkkwkw.


Seneng banget rasanya bisa kesampaian latihan mobil plus silaturahmi ke rumah Mas Usup dan Mba Tini, banyaaakkk banget share cerita terutama tentang anak anaknya yang MasyaAllah soleh dan pinter.  Ketiga anak Mba Tini saat ini mondok si Pesantren, anak sulunnya di Kafilah Jakarta Timur. Kafilah merupakan pesantren modern international , dan dapet cerita dari Mba Tini yang mengajukan sekolah disana sekitar 2000an yang keterima Cuma 100an. Dan yang menjadi uji syarat masuknya ga Cuma  anak tapi juga orang tua juga di tes. Nah, anak kedua dan ketiga yang kembar juga sama mondok saat ini. Pondok Asyiifa di daerah Subang.  Mendengar cerita dan petuah dari Mba Tini dan Mas Usup membuat saya merasa banyak ingin belajar dari kedua pasangan ini.  Banyak sekali yang harus kami siapkan sebagai seorang calon Ayah dan Ibu.  Semoga nantinya kami bisa meniru segala yang baik dari apa yang kami dapatkan hari Sabtu kemarin da semoga Mba Tini dan keluarga selalu diberikan kesehatan  Aamiin,,






#day10
#myfamilymyteam
#kuliahbunsayiip
0

Olahraga (Jalan Jalan) Bersama #Familyprojectday9

Family Project ini sebenernya  ga bisa dibilang olahraga, lebih ke jalan jalan (ke Pasar pulak!). Tapi sebenrnya Olahraga banget buat mamah mertua. Mamah Mertua di tahun 2016 April- Desember 2016 kena Diabetes basah yang menyebabkan luka di kakinya tepatnya dekat mata kaki kanan. Selama mengidap diabetes itu otomatis tidak bisa jalan dan aktifitas di kasur. Karena aktifitas yang terbatas maka berdampak pula pada otot kakinya yang kaku. 

Alhamdulillah sebelum kami Saya dan Mantan Pacar yang sekarang menjadi Pak Suami menikah mamah mertua sudah bisa jalan walau masih harus dipegang dan ga bisa lama.  Semakin kesini semakin baik progressnya Mamah mertua sudah bisa jalan di sekitar rumah dan sudah bisa masak. Jadi aktifitas tidak hanya di kasur saja

Melihat hal ini saya inisiatif pengen ngajak jalan jalan Pagi. Ini bagus untuk kesehatan mamah dan biar Mamah Mertua ga suntuk bosen di kamar terus.

Akhirnya jam 07.00 perilah kami ke Pasar, dikarenakan kondisi kaki yang harus stabil jalannya maka kalau jalan jalan keluar pasti Mamah Mertua make sandal selop dan kaos kaki, agar lebih terlindung saja dari batu dan kotoran.

Karena berjalan dengan Mama Mertua tidak bisa cepat , harus pelan pelan maka perjalanan ke Pasar pun tidak sebentar, tapi Allhamduliilah Mamah Mertua kuat dan sekalian refreshing ketemu tetangga yang jarang ketemu semenjak terkena sakit diabetes.

Belanja apa saja kami di Pasar ? Banyaakkk hahhaa mulai dari genjer, sayur bayam merah (ini favorit banget karena jarang nemu di pasar),  pindang ikan salem, ikan patin, ayam fillet, jagung, jeruk dan pepaya.

Lumayan berkeringat jalan jalan ke Pasar yah hitung hitung olahraga, Saya bertugas memegang Mamah mertua kalau Pak Suami Bertugas memegang belanjaan wkwkkwkw 


Sepertinya harus diagendakan jalan jalan gini, biar sekalian refreshing di hari minggu dan nyari keringat  juga nyari matahari Pagi ~~



#day9
#myfamilymy team

#kuliahbunsayiip
0

Memasak Bersama #FamilyprojectDay8



Kemarin kami akhirnya melakukan project ini, project yang sebenarnya dijadwalkan di weekday tapi ga kesampaian, dan inipun kami lakukan ngedadak! Karena Pak Suami minta pengen jajan malem malem pengen nyemil malem.

Dan akhirnya kami buat Baso Bakar! Caranya gampang, resepnya dapet dari Mbak Putri Rumbel Masak. Cuma perlu baso jeruk, mentega, saos dan mayonnaise untuk cocolannya. Dan percobaan ini juga menggunakan Teflon baru kado dari nikahan hahah

Pembagian tugasnya ga jelas sbenernya saya Cuma perlu bantuan suami untuk nyuci baso, bukain saos dan untuk Tanya Tanya aja. Maklum kalau buat kan harus sesuai selera Pak Suami. 


Dan beginilah penampakan Baso Bakar Kita (agak sedikit gosong hehe karena make saos juga). Tapi alhamduliiah enaaakkk lumayan buat kami yang suka cemal cemil malam hari . Ganjel Perut!








#day7
#myfamilymyteam

#kuliahbunsayiip
0

Family Project Dihari Kamis Merdeka!!

17 AGustus Tahun 45
Itulah Hari Kemerdekaan Kita
Hari Merdeka 
Nusa dan Bangsa
Hari Lahirnya Bangsa Indonesia
MERDEKA!! 
Sekali Merdeka Tetap Merdeka
Selama Hayat Masih Dikandung Badan
Kita Tetap Setia Tetap Setia
Mempertahankan Indonesia 
Kita Tetap Setia Tetap Setia
Menjaga Negara Kita



Pagi hari tanggal 17 Agustus 2017 kemarin sebelum motoin client saya dan suami melakukan kegiatan produktif di pagi hari. Suami mencuci mobil dan saya berkebun (part 2).

Berkebun yang saya lakukan ini lebih ke mindahin daun cincau. Daun cincau ini sudah 3 kali mindahin pot dan sekarang ini pot yang terbesar. Nah kalau Suami sedang mencuci saya kok males bantuin ya,, lagian biar cepet beres juga makanya saya serahkan ke suami dan saya masih berkutat mindahin tanaman cincau dari pot sedang ke pot besar. Semoga segera rimbun ya Nak!

Goalnya walaupun kita tidak melakukan pekerjaan yang sama tapi kami melakukan aktifitas bersama di Pagi hari hahah Produktif Bangetsss kan!

#day7
#myfamilymyteam
#kuliahbunsay
#iip
0

Pengakuan Dosa!!!

Saya dan suami mengakui ada beberapa project yang kami terlewatkan di hari weekday. Beberapa project yang harusnya dilakukan weekday tapi belum bisa kami lakukan sebagai berikut :

1. Masak! ini susahhhh karena seminggu kemarin saya harus berangkat Pagi buta (gegara ada visit orang Jepang) dan Suami juga sibuk bingitss jadi sampe rumaahh sudah lelah. Dan sampe rumah biasanya sudah dimasakin ini itu huhuhu

2. Sharing motovation story,, ini jugaa kok susah ya hahha belum disiapin materi dan nyampe rumah langsung tepar yaaaa jadinya ini belom kelaksana sihh,,


Aduuhh salah satu goal belum tercapaiii begimana inii?? apa perlu bikin program yang lebih gampang ??

hehehe (ngeles muluuu dah!)


#day6
#myfamilymyteam
#kuliahbunsay
0

Family Project -Photosession with client -

Hari kemerdekaan kemarin kami isi dengan foto session, Ya Suami sedang merintis usaha Photography  sekalian menyalurkan hoby yang dibayar hahah.

Hari itu Family Project kami adalah kerja di weekend hehehe. Tujuannya sih nambah portofolio (karena yang kemarin kami masih  program free customer). Tugas suami sebagai tukang foto dan saya beberapa kali ngebantu sebagai pembawa reflektor. 

Walaupun meleleahkan karena hampir 10 jam lebih senangnya menemani Suami untuk menyalurkan hobinya. Ini sama aja kaya suami menemani kita kalau lagi berkebun. Asik kan di temenin.

Project kami memang lebih banyak di weekend, karena lebih banyak yang bisa di eksplor di weekend.  untuk weekday masih terkadang kecapean aktifitas seharian dikantor wkkwkw (alesan pemalas).

Salam
Aghnia

#day5
#myfamilymyteam
#iip
#bundasayang 
0

Masang Rak - Family Project-

Sebenarnya kemarin itu project saya dan suami berupa masak, tapi karena kami berdua pulang kantor sampe jam 18.30 dan dirumah ternyata sudah dimasakin sama mamah mertua akhirnya project itu bubar jalan.. wkkwkwkwkw (emang dasar saya wanita pemalas).

Passion saya emang bukan masak, beda banget sama mama mertua yang masakannya enak bangetttt (terbukti 2 bulan nikah naik 4 kg wkwkkw) , ga tau kenapa saya ga begitu suka masak , saya lebih suka beberes, berkebun itu ajasih..  pasca masak adalah hal yang saya ga suka (aka cuci piring :P)

Karena tak ada project maka saya akan menceritakan project “selipan” d hari Sabtu. Hari Sabtu kemarin merupakan hari yang teramat sangat produktif , dimulai dari berkebun dan siang siang saya  tanpa sengaja malah beberes kamar, yang padahal project itu diagendakan hari ke sekian.

Lalu kenapa saya sangat berinisiatif untuk beberes kamar ? karena saya punya rak baru! Ya rak buat nyimpen botol parfum, skin care  dan lain lain. Udah lama banget pengen beli rak itu dan akhirnya pas minggu pulang ke Cimahi malah berakhir beli rak itu hahaha

Jadi siang sebelum makan siang saya yang udah gak sabar masang rak itu , meminta tolong Pak Suami untuk memaku dan memasang rak,pembagian tugasnya Pak Suami masang rak, saya membereskan meja yang suah penuh dengan botol ini itu dan bila ada sampa saya salurkan ke Pak Suami wkkwkwkw. Jadi Pak Suami penampung sampah dan bertugas mengumpulkan dan membuang ke bak sampah.  Pembagian ini sengaja saya lakukan karena kalau Pak Suami yang bagian bersihin meja pasti gak bisa bersih banget dan banyak barang barang yang dia gak tahu boleh dibuang atau nggak.

Alhamdulillah tapinya bisa membereskan meja kamar yang acak acakan menjadi lebih rapih, dan setelah rapih Pak Suami bilang makasih ya kudah rapih jadi lebih enak . heheheh

Makasih juga loh Pak Suami yang sudah merelakan weekendmu untuk bantu beberes istrinya yang kalo lagi mood bisa harus dikerjain hari itu juga.


Kaya hari ini lagi mood nulis blog , sambil nunggu Pak Suami pulang dari kantor hehehe

Salam


Aghnia



#bundasayang
#day4
#myfamilymyteam
#iip
0

Family Project Day 2 - Belajar Mobil-

Hari kedua Family project kami adalah belajar mobil. Sebenarnya Pak Suami yang belajar, saya hanya sebagai komentator , suporter dan juga teriaktor (karna kerjaannya teriak kalau suami dah mepet nyetirnya) hahaha padahal saya juga ga bisa nyetir sih :P.

Hari minggu kemarin sudah kami dedikasikan untuk belajar mobil, agenda nya pagi belajar dengan aa dan sore belajar bersama Bapak.

Namun sayang, ada kejadian yang diluar perkiraan kami berdua, sepulang dari mengantar mamah ke pasar sekalian Pak Suami belajar mobil, maka yang membawa mobil ya Pak Suami dari pasar ke rumah. sekitar 500 m dari tdekat rumah ada warung nasi uduk yang sedang ramai ramainya (karena hari minggu pagi),  warung tenda nasi uduk itu persis di pinggir jalan pas tikungan dan disana banyak motor yang parkir sembarangan. Pada saat itu tidak terlintas dipikiran bahwa akan ada "ujian" buat kita, eh karena mau menghindari lubang dan tiba tiba tidak ngeh ada mba mba mundur tanpa melihat  mobil kami di belakang maka akhirnya menabrak. Pak Suami mungkin panik dan menurut ceritanya dia sudah melepas gas namun lupa ga nge rem (wkkwkwkw ini antara kasian sama lucu juga), alhasil mobil menabrak mbaknya dan menabrak warung nasi uduk. Seketika warung hampir ambruk, saya lihat juga ada bapak bapak yang sedang duduk ikut terjengkal , untungnya aa langsung otomatis menarik rem tangan. Gak kebayang kalau ga ditarik rem tangan  bisa makin nyeruduk aja.

Saya sangat shock!! , iya kaget banget, napas langsung terengah engah, posisi saya dibangku belakang, selepas nabrak Pak Suami keluar dan mengurus segalanya, saya masih kaget dan diam di dalam mobil bersama mama mertua.

Untungnya ga ada korban jiwa yang parah, memang ada mbak mbak yang kakinya luka tapi sudah kami antar ke klinik, bapak bapak yang terjengkal pun sudah  kami bantu sedikit. dan kerugian ibu nasi uduk sudah kami ganti.

Efek dari tabrakan itu berasa sampai siang, dengkul kami lemes dan bawaanya deg degan terus, tapi perasaan itu hilang setelah saya dan suami intropeksi diri, mungkin ini teguran dari Allah karena kami kurang sedekah, atau lebih memikirkan hal lain yang sebenarnya tidak perlu pusing dipikirkan.

yaa,,  many things happen for reason  ... gitu sih kata Pak Suami. Beruntung saya punya Suami yang tenang bangetttt kalo menghadapi masalah,, cool as cucumber  wkwkkw

nih foto mobil yang rusak karena nabrak kemarin pagi :P







Semoga besok ga ada kejadian nabrak lagi yah ,, hahahah AAMIINN





#day2
#bundasayang
#myfamilymyteam
#kuliahbundasayag

0

Family Project Day 1- “ Berkebun”



Hari ini akhirnya dimulai Family Project kami, setelah berunding kemarin malam maka hari Sabtu ini Project pertama kita, mumpung hari ini juga kami dirumah tidak ada agenda keluar maka berkebun lah yang kami pilih sebagai Project pertama di hari Sabtu. 

Pagi hari sebenarnya Pak Suami sudah menawari mau beli pot tidak, tapi karena saat ini seringnya kalau saya mau bertanam  sudah jarang beli pot. Lalu make apa? Nancep ke tanah langsung ? Tidak. Area  halaman rumah kami bukan berupa lahan terbuka yang  ada tanah , tapi halaman kami  semuanya sudah di conblock jadi untuk langsung bertanam di tanah tidak bisa maka satu satunya ya menggunakan pot , namun karena saya kadang ngerasa eman (red: sayang ngeluarin duit) dan males beli pot juga akhirnya lebih sering menggunakan wadah  pouch sisa minyak atau sisa sabun, hehe. Sampai saya juga berkabar ke teman teman kantor kalau punya pouch bekas jangan dibuang tapi kasih ke saya hahaha.. Jadi sekarang ga perlu ngeluarin duit buat pot dan ternyata memanfaatkan sampah yang ada malah lebih bermanfaat jadi sekarang  saya bawaanya kalau ngeliat wadah yang ga ke pake pengen dijadiin wadah tanaman aja hahhaha ><’

Pagi hari kami juga banyak aktifitas seperti jalan pagi, markirin mobil (ini yang paling lama hahaha) dan ngengiling beras merah  mamah ke tempat penggilingan. Rencana untuk bertaman pagi pun tidak biasa karena terlalu siang (jam 10.30 udah panas banget).  Karena sudah siang maka saya mengurungkan untuk berkebun siang siang (panas cuy!).  Akhirnya  siang hari saya cuma siapin pouch bekas sabun cair (wadahnya aja bekas dari teman heheh) di bersihkan dan dibolongi setelah itu dikeringkan. Saya meminta tolong suami untuk membolongi pouch tersebut.



Pouch bekas yang dimanfaatkan

Jam setengah 5 sore akhirya kami berniat untuk bercocok tanam, awalnya suami inginnya mencuci mobil, tapi akhirnya ngalah dan ikut istrinya berkebun. Berkebun di sore hari lebih menyenangkan mengapa ? berikut ini alasan saya lebih memilih sore hari untuk bertanam :
  1.          Tidak Panas (ini penting ! apalagi untuk ibu ibu kaya saya yang lagi bener pengen wajahnya cerah ><’)
  2.          Lebih santai dengan waktu, nah kalo siang kan kalau kelamaan makin panas, sedangkan kalau sore hari asiknya tidak akan panas, paling hanya gelap karena sudah magrib :P
  3.        .   Bisa interaksi dengan tetangga, karena beberapa tetangga kalau pagi pagi masih sibuk urusan dapur
  4.        .   Kalau badan kotor bisa langsung mandi, kalau siang bawaanya males hahahha nanti panas lagi :P (alesan sang pemalas mandi)

Pada saat berkebun kami membagi tugas, Pak Suami yang mencoba memasukan beberapa tanah pada pouch dan menanam benih, nah kalau saya kebagian mangkas mangkas tanman yang sudah ginuk ginuk untuk di steak air.  Oh ya agak sedih dan kaget nih tanaman saya yang lagi di stek air kena kutu gitu, warna hijau dan baru kali ini nemu huh , gini lo penampakan kutunya, saya ga tau kutu apaan itu soalnya kalau di tanaman yang sudah di tanah ga ada hama itu



Alhamdulilah juga ternyata keputusan saya  ga beli pot malah mendapat pot bekas yang gedeeeee banget dan bisa untuk tanaman cincau hijau yang sudah gak muat lagi. Bener bener rejeki punya tetangga baik Alhamdulillah.


Berkebun hari ini mungkin baru pertama buat Pak Suami , dia biasanya jarang nanem, paling liat doang atau kalau istrinya minta tolong ini itu baru dibantu hahaha nah karena hari ini Pak Suami yang menamam pertama kali di satu pouch dan Pak Suami saya minta tanam benih Timun Suri. Nah mungkin karena belum pernah nanem, bibitnya Cuma di taruh diatas tanah tanpa dimasukan atau di tancep sedikit ketanah, nah yang ngeh itu si bibi “ Neng itu nanemnya gitu ?” Tanya Bibi, saya lihat lah pouch yang tadi dikerjakan Pak Suami dan dia nanemnya cuma geletakin diatas gitu ga make di tancep , kenapa harus di tancep karena benih timun suri itu bentuknya mirip kaya kuaci segitua gitu, untuk beberapa benih yang bentuknya seperti  itu tanemnya di tancep tidak di sebar, kalau sawi atau caisin baru disebar karena benihnya bulat. Sontak kami saya, bibi dan mamah mertua langsung ketawa lihat  hasil prakarya Pak Suami, hahah . It’s ok Sayang  tak apa namanya belajar, makasih ya sudah mau terlibat project hari ini.  Dan lesson learned  hari ini adalah seharusnya saya memberi instruksi cara menanam dahulu buat Pak Suami yang beru kali ini mencoba berkebun, tapi kalau gak salah dulu kan gak tahu ya yang bener gimana hahahha.


Oh ya saya juga coba mau nanem benih sawi di kapas yang Cuma dikasih air dan disimpan di cup gelas, will see gimana bisa sprout gak ya,, hahah penasaran dan iseng aja ini.







Salam

Aghnia Fadhlaningrum
#Day2
#Level3
#MyFamilyMyTeam

#KuliahbunsayIIP
0

Family Project – Day 1 (Kelas Bunda Sayang Ibu Profersional)


Seminggu ini saya ngerasa hari berlalu sangat  lambat, mungkin kalo suami ngerasa cepet kali ya,, kenapa beda  karena beberapa hari ini saya lebih sering ‘ditinggal dia’. Ditinggal lembur (saya harus pulang di rumah sendiri) atau ditinggal tidur :P.

Saya dan suami memang sama sama bekerja di swasta, suami lebih sibuk sih , saya mah apa mo sok sibuk aja Alhamdulillah,, kesibukan ini membuat sore saya sedikit terenggut hahahah,, jadi mana bisa mau sok sokan family forum di sore atau marghib hari dimana harapannya sambil santai minum teh 

Family forum saya lebih sering sambil melakukan aktiitas sehari hari, kaya Pagi ini sambil 
ngomongin Family project sambil suami manasin mobil dan saya nyiram nyiram tanaman. Itu hanya pembicaraan sementara , yang terbesit dari otak kami hanya  ingin buat Family Project “Kebun Bahagia”.

Ide pagi itu masih mentah, pulang kantor sekitar jam set 8 kami mencoba membuat design kerangka  Family Project kami. Adapun tujuan besar dari Family Project ini  adalah sebagai berikut :
  1.          Family Project ini kami lakukan untuk meningkatkan bonding antar pasangan,
  2.         Melatih dan meningkatkan skill komunikasi produktif
  3.         Aktualisasi diri diuar pekerjaan
  4.        Melatih kami untuk tetap Istiqomah dalam niat

Setelah berembuk dengan suami  Family Project ini kami buat dalam 2 tipe, yaitu Project besar dan Project harian. Apa itu project besarnya ?

Project besarnya adalah membuat “Kebun Bahagia” wkkwkwkw.. Ini nama dari suami yang request, kata Suami ada makna harfiah dan filosofis dari nama project tersebut, saya sendiri ga paham makna filosfisnya apaan -.-

Project Kebun Bahagia ini merupakan goal kami untuk membuat halaman rumah menjadi lahan yang bisa memenuhi kebutuhan  dapur kami khususnya dan semoga bisa membantu yang tetangga yang lain yang membutuhkan juga. Sebenarnya lahan yang ada ga banyak sih , tapi mau mencoba menoptimalkan dan kebetulan kemarinsempet dapet dan beli beberapa tanaman sayur, jadi kami penasaran sekaligus tertantang untuk membuat project ini

Time frame dari project besar ini kami akan buat selama 16 hari , jadi akan dilihat progressnya setiap hari.

Project harian dibuat menyesuaikan dengan keadaan hahha,, apalagi weekdays memang sengaja dibuat lebih sederhana untuk bisa dilakukan di pagi atau malam sebelum dan selepas kerja. Dan berikut ini small project harian kami :
1.       Day 1 : Berkebun Part 1
2.       Day 2 : Belajar Mobil
3.       Day 4 : Memasak bersama
4.       Day 5: Sharing motivation story by Suami
5.       Day 6 : Sharing motivation story by Saya
6.       Day 7 : Foto Prewed for klien
7.       Day 8: Berkebun (part 2)
8.       Day 9 : “Berbenah “ kamar
9.       Day 10 : Olahraga bareng

Nah untuk hariannya memang dibuat lebih simple, dan dalam waktu 16 hari ini semua aktivitas akan di evaluasi setiap malamnya pada jam pillow talk.
Excited banget project bulan ini semoga goals besar dan kecil tercapai aamiin!



pictures : google


#Day1
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahbunsayIIP








0

PENTINGNYA MENINGKATKAN KECERDASAN ANAK DEMI KEBAHAGIAAN HIDUP - (Materi Bunda Sayang


Dalam kehidupan ini ada dua kata yang selalu diinginkan manusia dalam hidup yaitu SUKSES dan BAHAGIA

☘ Makna SUKSES

Menurut D. Paul Reily dalam bukunya Succes is Simple mendefinisikan sukses sebagai pencapaian yang berangsur-angsur meningkat terhadap suatu tujuan dan cita-cita yang berharga

Sedangkan menurut Lela Swell dalam bukunya Success_mengemukakan pendapatnya bahwa sukses adalah  _peristiwa atau pengalaman yang kita akan mengingatnya sebagai pemuasan diri

☘ Makna BAHAGIA

Menurut Prof. Martin Selligman dalam bukunya Authentic Happiness mendefinisikan kebahagiaan hidup dalam tiga kategori :

 A. Hidup yang penuh kesenangan (Pleasant Life )

Hidup yg penuh kesenangan, ialah kondisi kehidupan dimana pencarian kesenangan hidup, kepuasan nafsu, keinginan dan berbagai bentuk kesenangan lain nya, menjadi tujuan hidup manusia
Kebahagiaan jenis ini lebih bersifat material.

B. Hidup nyaman ( Good Life)

Hidup yg nyaman, ialah kehidupan, dimana segala keperluan kehidupan manusia secara jasmani, rohani dan sosial telah terpenuhi.. Hidup yg aman, tentram, damai. Kebahagiaan jenis ini lebih bersifat mental

C. Hidup Bermakna ( Meaningful Life)

Hidup yang bermakna, lebih tinggi lagi dari tingkat kehidupan yang nyaman, selain segala keperluan hidupnya telah terpenuhi, ia menjalani hidup ini dengan penuh pemahaman tentang makna dan tujuan kehidupan. Selain untuk diri dan keluarga nya, ia juga memberikan kebaikan bagi orang lain dan lingkungan sekitar. Rasa kebahagiaan yg timbul ketika banyak orang lain mendapatkan kebahagiaan karena usaha kita, pleasure in giving, kebahagiaan dalam berbagi. Kebahagiaan jenis ini lebih bersifat spiritual

Untuk mencapai kategori hidup SUKSES dan BAHAGIA kita perlu memiliki berbagai macam kecerdasan hidup.

☘ KECERDASAN

Para ahli berpendapat untuk tidak membicarakan atau memberikan batasan yang jelas tentang kecerdasan. Karena kecerdasan itu merupakan status mental yang tidak memerlukan definisi.Para ahli lebih memusatkan perhatian pada perilaku kecerdasan seperti kemampuan memahami dan menyelesaikan masalah dengan cepat, kemampuan mengingat dan daya kreativitas serta imajinasi yang terus berkembang.

MACAM-MACAM KECERDASAN

A. Kecerdasan Intelektual (Intellectual Quotient)

Adalah  kemampuan untuk menalar, perencanaan sesuatu, kemampuan memecahkan masalah, belajar memahami gagasan, berfikir, penggunaan bahasa dan lainnya.

Howard Gardner pakar psikologi perkembangan, menjelaskan ada sembilan macam kecerdasan manusia. Kecerdasan tersebut meliputi kecerdasan bahasa (linguistic), musik (musical), logika-matematika (logical-mathematical), spasial (spatial), kinestetis-tubuh (bodily-kinesthetic), intrapersonal (intrapersonal), interpersonal (interpersonal), naturalis (naturalits) dan eksistensial (existensial)

B. Kecerdasan Emosional (Emotional Intelleigence)

kemampuan untuk mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain, memotivasi diri sendiri, mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan dalam hubungannya dengan orang lain.

Komponen-komponen dasar kecerdasan emosional adalah :

1.  Kemampuan Mengenali Emosi diri sendiri (kesadaran diri).

2.  Kemampuan Mengelola Emosi.

3.  Kemampuan Memotivasi Diri Sendiri (Motivasi).

4.  Kemampuan Mengenali Emosi Orang lain (Empati).

5.  Membina Hubungan Dengan Orang Lain (Ketrampilan sosial).

C. Kecerdasan Spiritual ( Spiritual Intelligence)

Kemampuan untuk mengenal Allah  dan memahami posisinya sebagai hamba Allah. Inilah yang disebut dalam agama sebagai fitrah keimanan.

Secara ilmiah Kecerdasan Spiritual pertama kali dicetuskan oleh Donah Zohar dari Harvard University dan Ian Marshall dari Oxford University, yang diperoleh berdasarkan penelitian ilmiah yang sangat komprehensif.  Pada tahun 1977. Seorang Ahli Syaraf, V.S Ramachandran bersama timnya menemukan keberadaan God Spot dalam jaringan otak manusia dan ini adalah pusat spiritual ( spiriitual center) yang terletak diantara jaringan syaraf dan otak.

Dari spiritual center ini menghasilkan suara hati yang memiliki kekmampuan lebih dalam menilai suatu kebenaran bila dibandingkan dengan panca indra.

Ada Tiga prinsip dalam kecerdasan Spiritual yaitu :

   a. Prinsip Kebenaran

   b. Prinsip keadilan

   c. Prinsip kebaikan

D. Kecerdasan Menghadapi Tantangan  (Adversity Intelligence)

Kemampuan untuk mengubah hambatan menjadi peluang.

Ada tiga tipe  menurut Stoltz yaitu :

1.  Quitters adalah kemampuan seseorang yang memilih untuk keluar, menghindari kewajiban, mundur dan berhenti bila menghadapi kesulitan.

2. Campers adalah kemampuan seseorang yang pernah mencoba menyelesaikan suatu kesulitan, atau sedikit berani menghadapi tantangan, tatapi tidak berani menghadapi resiko secara tuntas.

3. Climbers adalah sebutan untuk orang yang seumur hidup selalu menghadapi kesulitan sebagai suatu tantangan dan terus berusaha untuk menyelesaikan hambatan tersebut hingga mencapai suatu keberhasilan.

Kecerdasan Intellektual : Membuat anak pandai, sehingga bisa menjadi sarana meraih kebahagiaan hidup yang penuh kesenangan (pleasant life). Seperti masuk universitas ternama, mendapat pekerjaan dan jabatan yang tinggi. Memiliki rumah, mobil dan kesenangan materi yang lain.

Kecerdasan Emosional : membuat anak bisa mengenali dan mengendalikan emosi diri serta emosi orang lain. Kecerdasan ini sangat diperlukan agar seseorang bisa mencapai taraf kebahagiaan di ranah nyaman ( good life), karena kebutuhan jasmani, rohani dan spiritualnya terpenuhi.

Kecerdasan Spiritual : membuat hidup penuh arti, anak akan mampu memberi makna pada kehidupan, dan paham apa misi Allah menciptakan diri kita di dunia ini. Membuat anak berpikir secara luas makna sebuah kesuksesan. Hal ini akan mendorong anak-anak mencapai kebahagian hakiki yaitu kehidupan penuh makna ( meaningful life).

Kecerdasan Menghadapi Tantangan : Menentukan seberapa tangguh anak ini untuk mencapai tingkat kebahagiaan hidup yang dia inginkan.

Terlampir beberapa indikator kecerdasan anak yang bisa kita jadikan acuan unt mendampingi perjalanan kita mendidik mereka.

Selamat melatih kecerdasan anak-anak, sehingga mereka bisa menemukan jalan sukses dan bahagianya.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasiitator Bunda Sayang/

Sumber Bacaan :

Stoltz, Paul G, PhD, 1997 Adversity Quotient, Mengubah hambatan menjadi Peluang, Jakarta , Grasindo

Melva Tobing, MPsi, Daya Tahan Anak Hadapi Kesulitan, Jakarta

D. Paul Reily, "Success is Simple”, Gramedia, Jakarta

Lela Swell, Success, Grasindo, Jakarta


Martin Selligman, Authentic Happiness, Jakarta
0

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com